Penggunaan Function Pada PHP Yang Benar

Hallo Sahabat Becode ,Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Penggunaan Function Pada PHP yang sering kita gunakan, seperti print(), print_r(), unset(), dll. Selain fungsi-fungsi diatas, kita juga dapat membuat sebuah fungsi sendiri sesuai kebutuhan.


Pemrograman PHP

Penggunaan Function Pada PHP Yang Benar


Fungsi adalah sekumpulan intruksi yang dibungkus kedalam sebuah blok. Fungsi dapat juga digunakan ulang tanpa harus membuat ulang instruksi di dalamnya.

Fungsi pada PHP dapat dibuat dengan kata kunci function, lalu diikuti dengan nama fungsinya.

Cek juga Tutorial cara membuat game Snake dengan Javascript yang Keren Terbaru

Contoh:



function namaFungsi(){

  //...
}


Kode intruksi dapat di tulis di dalam kurung kurawal ({...}).

Contoh:


function perkenalan(){

  echo "Assalamulaikmu, ";

  echo "Perkenalkan, nama saya Yosep<br/>";

  echo "Senang berkenalan dengan anda<br/>";
}


Fungsi yang sudah dibuat tidak akan menghasilkan apapun kalau tidak dipanggil. Kita dapat memanggil fungsi dengan menuliskan namanya.

Contoh:

perkenalan();

Jadi, kode lengkapnya seperti ini:


<?php

// membuat fungsi

function perkenalan(){

 echo "Assalamulaikmu, ";

  echo "Perkenalkan, nama saya Yosep<br/>";

  echo "Senang berkenalan dengan anda<br/>";

}

// memanggil fungsi yang sudah dibuat

perkenalan();

echo "<hr>";

// memanggilnya lagi

perkenalan();

?>



Penjelasan dari struktur diatas adalah sebagai berikut :


  1. Nama function adalah nama yang unik yang bisa kita buat sesuai keinginan kita, akan tetapi kita Enggak di perkenankan membuat name function menggunakan spasi ( ). nama function atau fungsi juga harus unik dan jangan sama dengan nama function lainnya
  2. variabel adalah parameter-parameter data yang akan diproses di dalam function
  3. Perintah yang ada di dalam function merupakan sekumpulan dari perintah-perintah khusus sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pembuatan function tersebut
  4. return data merupakan data hasil pemrosesan function sehingga bisa kita gunakan pada script lainnya


Hasilnya:

Penggunaan Function Pada PHP Yang Benar




Output Fungsi PHP

Fungsi dengan Parameter

Supaya intruksi yang di dalam fungsi lebih dinamis, kita dapat menggunakan parameter untuk memasukkan sebuah nilai ke dalam fungsi. Nilai tersebut akan diolah di dalam fungsi.

Misalkan, pada contoh function yang tadi, tidak mungkin nama yang dicetak adalah Yosep saja dan salam yang dipakai tidak selalu assalamualaikum. Maka, kita dapat menambahkan parameter menjadi seperti ini:



<?php

// memmbuat fungsi

function perkenalan($nama, $salam){

  echo $salam.", ";

  echo "Perkenalkan, nama saya ".$nama."<br/>";

  echo "Senang berkenalan dengan anda<br/>";

}

// memanggil fungsi yang sudah dibuat

perkenalan("Yosep", "Hi");

  echo "<hr>";

  $saya = "Yosep";
  $ucapanSalam = "Selamat pagi";

  // memanggilnya lagi

  perkenalan($saya, $ucapanSalam);

?>
Hasilnya:
Penggunaan Function Pada PHP Yang Benar

Fungsi dengan Parameter

Paramter dengan Nilai Default Nilai default dapat kita berikan di parameter. Nilai default berfungsi untuk mengisi nilai sebuah parameter, kalau parameter tersebut tidak diisi nilainya. Misalnya: saya lupa untuk mengisi sebuah parameter salam, maka program akan error. Oleh karena itu, kita perlu memberikan nilai default supaya tidak error.

 Contoh:

<?php

// mmbuat fungsi

function perkenalan($nama, $salam="Assalamualaikum"){
  echo $salam.", ";

  echo "Perkenalkan, nama saya ".$nama."<br/>";

  echo "Senang berkenalan dengan anda<br/>";
}

// memanggil fungsi yang sudah dibuat

perkenalan("Yosep", "Hi");

echo "<hr>";

$saya = "Alfatah";

$ucapanSalam = "Selamat pagi";

// memanggilnya lagi tanpa mengisi parameter salam

perkenalan($saya);

?>


Hasilnya:
Penggunaan Function Pada PHP Yang Benar



Fungsi nilai parameter default



Fungsi yang Megembalikan Nilai


Hasil pengolahan nilai dari fungsi mungkin saja kita butuhkan untuk pemrosesan berikutnya. Oleh karena itu, kita  harus membuat fungsi yang bisa mengembalikan nilai.

Cek juga Cara mengganti Mac Address Pc dan Hp

Pengembalian nilai dalam fungsi dapat menggunakan kata kunci return.

Contoh:

<?php

// membuat fungsi

function hitungUmur($thn_lahir, $thn_sekarang){

  $umur = $thn_sekarang - $thn_lahir;

  return $umur;

}

echo "Umur saya adalah ". hitungUmur(2001, 2019) ." tahun";

?>


Hasilnya:
Penggunaan Function Pada PHP Yang Benar



Fungsi dengan nilai kembalian

Memangil Fungsi di dalam Fungsi


Function yang sudah kita buat, bisa juga  dipanggil di dalam fungsi lain.

Contoh:


<?php

// membuat fungsi

function hitungUmur($thn_lahir, $thn_sekarang){

  $umur = $thn_sekarang - $thn_lahir;

  return $umur;

}

function perkenalan($nama, $salam="Assalamualaikum"){

  echo $salam.", ";

  echo "Perkenalkan, nama saya ".$nama."<br/>";

  // memanggil fungsi lain

  echo "Saya berusia ". hitungUmur(2001, 2019) ." tahun<br/>";

  echo "Senang berkenalan dengan anda<br/>";
}

// memanggil fungsi perkenalan

perkenalan("Yosep Alfatah");

?>


Hasilnya:


Penggunaan Function Pada PHP Yang Benar

Fungsi yang saling memanggil


Fungsi rekursif


Fungsi rekursif adalah fungsi yang memanggil dirinya sendiri. Fungsi ini biasanya digunakan untuk menyelesaikan masalah sepeti faktorial, bilangan fibbonaci, pemrograman dinamis, dll.

Contoh fungsi rekursif:


<?php

function faktorial($angka) {

  if ($angka < 2) {

    return 1;

  } else {

  // memanggil dirinya sendiri

  return ($angka * faktorial($angka-1));

  }

}

// memanggil fungsi

echo "faktorial 4 adalah " . faktorial(4);

?>


Hasilnya:
Penggunaan Function Pada PHP Yang Benar


Demikian adalah pembahasan tentang Penggunaan Function dalam php semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semuanya .Becakcode,Wassalam


Assalamu'alaikum, perkenalkan nama saya Yosep alfatah bisa dipanggil Yosep, asal dari Banjar Jawa Barat. Saya mulai mengenal blog pada tahun 2016. Saya suka Belajar Hal baru dan Membagikannya.